REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) mempersiapkan 1.000 guru untuk ditempatkan di wilayah
terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Untuk mencapai hal itu,
Kemendikbud tengah membuka peluang lebar pengangkatan CPNS guru yang
termasuk dalam 3T itu.
"Formasi ini disediakan untuk mengisi
kekurangan guru di daerah terdepan, terluar dan tertinggal," ujar
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Selasa (20/1).
Ia
menjelaskan, Kemendikbud tidak ragu-ragu untuk membuka 1.000 formasi
CPNS agar dapat memenuhi kuota guru daerah yang telah ditetapkan.
Formasi ini pun khusus disiapkan untuk para peserta program Sarjana
Mendidik di daerah 3T, maupun yang telah mengabdi di wilayah itu selama
satu tahun.
Untuk dapat mengikuti seleksi itu, para peserta
diwajibkan telah lulus dari Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pasalnya,
peserta yang lulus akan diangkat menjadi CPNS daerah dengan memegang
jabatan tenaga fungsional guru dan ditempatkan di salah satu dari 29
kabupaten di daerah 3T.
Menurut data panitia seleksi, jumlah
peserta yang telah mendaftar sebanyak 1.481 orang. Dan, nantinya mereka
akan mengikuti seleksi Tes Kompentensi Dasar (TKD) sejak 19-20 Januari
di dua perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Para peserta yang
dinyatakan lulus dalam TKD akan mengikuti seleksi selanjutnya yaitu,
seleksi administrasi Tes Kompetensi Bidang (TKB). Setelah itu, peserta
yang lulus diumukan dan segera diproses pengangkatan PNS dan penempatan
guru-guru di wilayah 3T itu.
Pengamat Pendidikan Taman Siswa,
Darmaningtyas mendukung langkah Kemendikbud. Lantana dapat mengurangi
kesenjangan pendidikan antara di Jawa dan di luar Jawa yang minim
pendidikan dan lambatnya perkembangan.
"Langkah itu sangat tepat
dan harus didukung dengan penuh, agar pendidikan di daerah 3T itu dapat
maju dan meningkatkan. Lagi pula, tidak ada kata membuang anggaran
untuk meningkatkan pendidikan dan sudah seharusnya anggaran itu memang
harus dimanfaatkan untuk mencerdaskan masyarakat," katanya.
"PR untuk Kemendikbud sekarang ini adalah memilih guru-guru yang benar-benar siap untuk ditempatkan di wilayah 3T itu. Jangan sampai, mereka hanya mampu bertahan untuk satu atau dua tahun saja dengan alasan tidak sanggup,"jelas Darmaningtyas.
21 Oktober 2014 00:00:00 WIB | Post By: Admin BKD